Rabu, 09 November 2022

SITUS PETILASAN SUMUR WASIAT MBAH KUWU CIREBON


 

      Ada begitu banyak tempat bersejarah yang ada diseluruh dunia. Tempat-tempat bersejarah tersebut memiliki kisah masing-masing yang cukup menarik. Selain itu beberapa tempat bersejarah juga memiliki bangunan bersejarah unik yang masih ada hingga sekarang. Seringkali, karena daya tariknya, tempat tersebut menjadi destinasi wisata. Namun, ada juga beberapa tempat bersejarah yang masih kental akan kepercayaan dan budayanya yang masih dipercaya masyarakat sekitar. Contohnya seperti sumur wasiat yang terletak di kota Cirebon daerah Talun.



        Sumur Wasiat adalah tempat bersejarah pertama yang ada di Indonesia. Sumur tersebut sudah ada sejak zaman leluhur Cirebon Ki Danusela atau pangeran Walangsungsang pada tahun 1415 masehi. Sumur wasiat juga menjadi saksi bisu penyebaran Islam di Pantura Cirebon. Sumur ini di dirikan oleh Sangyang yang memiliki julukan Ki Gede Alang-alang dan pangeran Antas Angin. Sangyang memiliki seorang istri yang bernama Wawarsi anak dari mbah Kuwu Sangkan.

     Sumur ini sudah ada dan sudah terbentuk sebelum Sangyang menemuinya, peran Sangyang hanya membuat sumur itu lebih dalam dan menjadikannya sebuah kepercayaan. Karena itulah masyarakat sekitar menjadi turut serta percaya pada sumur sumur wasiat. Banyak masyarakat sekitar yang mengambil air dari sumur untuk melaksanakan upacara sakral serta budaya-budaya masyarakat jawa lainnya seperti,mudun lema, tujuh bulanan perempuan yang sedang mengandung dan lainnya. Bahkan ada sampai mempercayakan jodohnya pada air sumur wasiat dan ada juga yang menggunakan air tersebut untuk kenaikan pangkat. 

     Pada awalnya, sumur ini hanya ada tiga yang diberi nama Srilungan Dunia, yang dimana kata “DUNIA” memiliki makna dunia/bumi yang ditinggali manusia. Karena makna yang terkandung tersebut membuat sumur wasiat ramai dijumpai orang-orang. Lalu setelah beberapa tahun kemudian masyarakat setempat membuat dua sumur lagi yang memiliki nama Srilungan Dunia Patri ( dibunuh mati ). Dan karena nama dua sumur yang baru itu memiliki makna yang kurang baik menjadikannya sumur tersebut kurang banyak pengunjung bahkan hampir tidak ada lagi orang yang datang untuk mengambil air. Dan setelah tempat dimana sumur itu berada diperbaiki, sumur itu pun dikenal banyak orang dengan sebutan ‘’sumur wasiat’’ yang memiliki arti sumur yang dijaga.*

* Tulisan siswa X 6 SMA N 5 Cirebon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar