‘ULUMUL-QUR’AN
(Pengetahuan
Tentang Al-Qur’an)
Disampaikan pada pesantren kilat di masjid
Al-Istiqamah Keraton Cirebon
A. Pengertian Al-Qur’an
Al-Qur’an menurut bahasa berarti bacaan, asal
kata qaraa (baca; qoro’a). Kata al Qur’an itu berbentuk masdar dengan
arti isim maf’ul yaitu maqru (dibaca)
Al-Qur’an menurut istilah ialah:
firman Allah SWT. yang merupakan mu’jizat yang diturunkan kepada nabi Muhamad
SAW. melalui perantaraan malaikat Jibril dan membacanya adalah ibadah.
B. Nama-nama Al-Qur’an
Al-Qur’an
memiliki banyak nama. Nama-nama ini berasal dari ayat-ayat tetentu dalam
Al-Qur’an. Nama-nama tersebut adalah:
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
C. Cara dan Masa Turunnya Al-Qur’an
Turunnya
al-Qur’an kepada nabi Muhamad SAW. Melalui proses atau tahapan
1. Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT. secara
sekaligus (daf’atan wahidatan) ke lawh
mahfuzh.
2. Al-Qur’an dari lawh mahfuzh ke langit
dunia (baitul-‘izzah).
3. Tahap ketiga atau tahap terahir, al-Qur’an
diturunkan dari langit dunia kepada nabi Muhamad SAW.
Turunnya
al-Qur’an dari langit dunia kepada nabi Muhamad SAW. dalam waktu 22 tahun 2
bulan 22 hari secara berangsur-angsur.
Adapun hikmah diturunkannya
al-Qur’an secara berangsur-angsur, diantaranya:
- Memperkokoh hati nabi Muhamad SAW.
- Supaya mudah dihafal dan dipahami.
- Pemberian semangat untuk menerima ayat-ayat al-Qur’an yang akan turun.
- Pembentukan hukum secara bertahap hingga sampai pada kesempurnaan.
D. Ayat-ayat Makiyah Dan
Ayat-ayat Madaniyah
Ditinjau dari
segi masa dan tempat turunnya, maka al-Qur’an itu dibagi atas dua golongan :
- Ayat-ayat yang diturunkan di Makkah atau sebelum nabi Muhamad SAW. hijrah ke Madinah dinamakan ayat-ayat Makiyah.
- Ayat-ayat yang diturunkan di Madinah atau sesudah nabi Muhamad SAW. hijarah ke Madinah dinamakan ayat-ayat Madaniyah.
Ayat-ayat Makiyah meliputi
19/30 isi al-Qur’an terdiri atas 86 surat, sedang ayat-ayat Madaniyah meliputi
11/30 dari isi al-Qur’an terdiri atas 28 surat.
Ciri-ciri ayat-ayat Makiyah dan
ayat-ayat Madaniyah
- Ayat-ayat Makiyah pada umumnya pendek-pendek, sedang ayat-ayat Madaniyah panjang-panjang.
- Dalam surat-surat Makiyah terdapat perkataan “Ya ayyuhan-nas”, sedang dalam surat Madaniyah terdapat perkataan “Ya ayyuhalladzina amanu”.
- Ayat-ayat Makiyah pada umumnya mengandung hal-hal yang berhubungan dengan keimanan, ancaman dan pahala, sedang ayat-ayat Madaniyah mengandung hukum-hukum.
E. Jumlah Ayat Serta Susunan
Surat Al-Qur’an
a. Pengertian dan Jumlah Ayat Al-Qur’an
Secara bahasa, lafadz ‘ayat’
memiliki beberapa makna, antara lain :
1. Berarti ( اﻟﻌﻼﻣﺔ ), alamat, tanda
2. Berarti ( اﻟﻌﺑﺭﺓ ), pelajaran
3. Berarti ( اﻟﺑﺭﻫﺎﻥ ), bukti
Adapun yang dimaksud dengan ‘ayat’
dalam pembahasan ini yaitu “sekelompok (dari) al-Qur’an, yang terpisah
dari yang sebelumnya dan yang sesudahnya”.
Sementara itu, para ulama berbeda
pendapat mengenai jumlah ayat yang terdapat dalam al-Qur’an, ada yang
menyatakan 6204 ayat, 6225 ayat, 6234 ayat dan ada pula yang menyatakan 6236
ayat.
b. Susunan dan Tertib Ayat-ayat
Al-Qur’an
Para
ulama sepakat bahwa susunan atau urutan ayat-ayat al-Qur’an sebagaimana
terdapat dalam seluruh mushaf yang ada sekarang adalah bersifat tawqifi,
artinya hal tersebut didasarkan pada perintah dan petunjuk dari nabi Muhamad
SAW. sesuai petunjuk wahyu yang diterima oleh beliau dari Allah SWT. melalui
perantara malaikat Jibril.
c. Pengertian dan Jumlah Surat
Al-Qur’an
Menurut bahasa, kata surat ( اﻟﺳﻮﺭﺓ ) berasal dari kata al-su’r ( اﻟﺳﺆﺭ ) atau al-sur ( اﻟﺳﻮﺭ
) yang berarti sisa minuman dalam suatu bejana. Dengan pengertian
demikian ini, maka surat
al-Qur’an berarti : sebagian kecil dari al-Qur’an.
Adapun yang dimaksud dengan ‘surat al-Qur’an’ dalam pembahasan ini yaitu: “sejumlah
ayat al-Qur’an paling sedikit tiga ayat, terdiri atas awal surat dan ahir surat”.
Mengenai berapa jumlahnya surat dalam al-Qur’an, jumhur ulama menyatakan berjumlah
114 surat, dan
inilah pendapat yang lebih kuat. Pendapat lainnya menyatakan bahwa jumlah surat al-Qur’an itu adalah 113 surat,
karena surat al-anfal dan surat
al-bara’a dianggap satu surat.
F. Pokok Kandungan dan Makna
Al-Qur’an
a. Pokok
ajaran dalam isi kandungan Al-Qur’an
Pokok ajaran Al-Qur’an meliputi:
- Tauhid (keimanan terhadap Allah SWT)
- Ibadah (pengabdian terhadap Allah SWT)
- Akhlak (sikap dan perilaku terhadap Allah SWT, sesame manusia dan makhluk lain
- Hukum (mengatur manusia)
- Hubungan Masyarakat (mengatur tata cara kehidupan manusia)
- Janji dan Ancaman (balasan baik buruk bagi manusia)
- Sejarah / kisah (teladan dari kejadian di masa lampau)
b. Makna
Al-Qur’an
Al-Qur’an menyimpan semua
kandungan makna dari kitab-kitab suci selain al-Qur’an. Sedangkan makna-makna
al-Qur’an terkumpul dalam surat
al-fatihah. Surat
al-fatihah yang juga disebut umul qur’an, makna-maknanya terkandung
dalam Bismillahirrahmanirrahim. Kandungan basmalah ini terkumpul dalam ba’nya,
yang dimaksud terkumpul dalam ba’nya adalah isyarat dengan menyebut Aku
akan terwujud sesuatu apa yang sudah terwujud, dan dengan menyebut Aku akan
terwujud sesuatu yang akan terrwujud (bi kana ma kana wa bi yakunu ma yakunu).
Kemudian kandungan makna-makna ba’ terkandung dalam titik huruf ba’.
Maksudnya adalah titik awal tulisan yang diturunkan dari pena (qalam)
bukan yang dimaksud titik yang berada dibawah huruf ba’. Adapun
pengertiannya adalah isyarat bahwa dzat Allah SWT. adalah titik segala sesuatu
yang ada.
Wallahu a’lam
|
||
| Cirebon, Agustus 2011 | ||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar