Rabu, 10 Agustus 2011

Coretan Stabilo-ku di buku PERANG Putu Wijaya


Coretan Stabilo-ku di buku PERANG 

Putu Wijaya


            Banyak kata-kata bijak yang bisa kita ambil dari percakapan atau guyonan-guyonan orang lain termasuk dalam novel ini.
Ungkapan-ungkapan dibawah ini menurut ane mengandung kata-kata bijak.

·         Lho teori itu harus berjalan terus, praktek juga terus untuk dapat keseimbangan. Praktek tanpa teori itu buta namanya.

·         Saya tidak bilang teori itu tidak perlu. praktek iotu memang berdasarkan teori. Tetapi praktek itu bukan semata-mata tepori yang dipraktekkan, ini hidup bukan buku yang gampang diatur.

·         Kalau ini karena uang, memalukan.kalau ini karena wanita, aib namanya, kalau ini karena kenakalan, bodoh. Kalau ini karena tidak ada kerjaan lain, lebih bodoh lagi.

·         Kekecewaan kamu disini entah kecewa sama apa aku tidak tahu, mungkin uang, cinta atau pangkat. Aku tidak peduli kekecewaanmu disini membawa kamu ingin mencari sesuatu kesitu, dan waktu kamu melihat sesuatu langsung kau tafsirkan. Lanmgsung kau pakai sebagai pembenaran rasa kedongkolanmua disini.

·         Mereka mengira tersesat itu selalu brarti salah, padahal tersesat itu adalah jalan untuk menemukan kebenaran yang lebih sejati. Dalam tersesat kamu diasah untuk mempertimbangkan apa yang sudah kamu putuskan, dan menambah apa yang selama ini tidak pernah kau pikirkan. Kalau kau berani menempuh jalan yang baru, mau belajar sedikit, ahirnya kamu akan sampai ketujuan kamu atau kembali kerumah kamu, dengan cara lain. Sesat itu mendewasakan,memantapkan, dan memberi kamu bobot, asal kamu tetap mengarahkannya.

·         Hati-hati Yudistira kamu milik orang banyak, jangan hanya mewakili dirimu, perasaan pribadimu yang sedang risau jangan diikutkan kalau kamu sedang memikul tugas untuk orang banyak.

·         Perdamaian yang palsu lebih ganas dari perang.

·         Manusia walaupun jasmaninya kelihatan seperti kelebihan, tetapi budayanya membuat ia tetap mengikuti kewajaran.

·         Bahwa harmoni adalah yang paling utama dalam kehidupan, walaupun kadang tidak rasional.

·         Mulut kita adalah cermin rohani kita.

·         Kita jangan sampai kagum pada banyangan kita sendiri, kadang-kadang bayangan itu tinggi besar jika matahari condong, padahal tubuh kita sebenarya tetap kecil. Kita harus berani mengkritik diri kita sendiri.

·         Semua kritik pada ahirnya melemahkan semangat, yang membangun semangat itu hanya pujian ternyata.

·         Tiap-tiap orang mempunyai sudut terbaiknya yang berbeda dengan orang lain, nah sudut pandang itu yang harus kita temukan.


·         Bahwa manusia tidak bisa dilepaskan dari sejarah. Bahwa sejarahlah yang melahirkan hari ini dan esok, kita harus melek sejarah, sehingga kita tahu posisi kitalalu memantapkan agem kita agar kokoh. Tidak mengulangi kesalahan dan keburukan dimasa lalu.

·         Pembaruan demi pembaruan iti bisa celaka. Hidup inoi bukan experimen … tak usa bicara pembaruan. Sekartang kebutuhan saja lihat. Butuh tidak? Kalau butuh boleh tancap, kalau tidak ya buat apa, peduli amat namanya pembaruan atau bukan.

·         Anak itu terlalu banyak belajar, terlalu ngotot ingin jadu oarng dewasa, ya beginilah akibatnya. Kedewasaan itu tidak bisa datang dengan ngeden.
·         Kesalahan-kesalahan itu yang nanti menjadikan kamu pemimpin. Kata Petruk, bagaimana bisa maju kalau belum  melihat kesalahan. Bagaimana kamu tahu kamu ini mau jadi pemimpin bukanya bos, kalau kamu belum tahu jadfi bos itu membuat rakyat jadi bodoh? Metreka harus disuapi mereka harus dirangsang untuk maju, baru kita jadi pemimpin yang sesungguhnya.

·         Mendidik orang biasa hidup bebas, supaya membangun nasibnya, susah, sama saja membangunkan raksasa yang sudah kenyang, ini proyek tahunan dan belum tentu berhasil, untuk mempercepat jalan satu-satunya adalah disiplin, perintah, paksaan, pendeknya kekerasan.

·         Hidup ini bukan hadiah, tetapi utang yang harus kita tebus dengan keringat, kalau kita ingin jadi raja, pemimpin, kita tidak boleh hanya memakai mahkotanya saja, tetapi kita harus memakai segala kerepotan seorang raja, untuk mejalankan mesin listrik ini menerangi seluruh kerajaan, kerajaan kita adalah hidup kita dan keluarga kita. Mari kita terangi sekarang, jangan mengharapkan kehidupan sinar lampu dari kejauhan, kerlipan sorot mobil, atau sambaran cahaya kilat. Kita terangi pelahan-lahan dengan sinar mata kita. Mari bekerja, hai saudara-saudaraku.

·         Surga itu terletak di rumah kita, bukan di tempat orang lain.

·         Pertapaan bisa memuncak justru disaat-saat main-main.

·         Kalau aku bilang hidup ini untuk makan, bapak akan menyuruh aku mencoba, aku akan dipaksa makan sebanak-banyaknya, apa saja yang ingin aku makan, pokoknya enak. Makan, pokoknya ingin makan, pokoknya kelihata lezat, langsung ganyang, caplok, tak peduli harganya, tak peduli kepunyaan orang lain. Waduh mulutku bisa robek kalau makan terus dan perutku yang sudah mancung ini bisa meledak.

·         Tetapi sebaliknya, kalau aku bilang makan untuk hidup, berarti jenis makanan tak terlalu penting, asal bisa hidup. Ayah juga pasti akan menyuruh aku mencoba makan apa saja adanya, asal bisa hidup, kalau perlu dedaunan, rumput, cacing atau tanah, pokokny hidup tak perduli enak,tak perduli bukan makanan, tai pun dimakan,asal itu bisa menjamin hidup. Habis makan untuk hidup kan?.

·         Hidup bukan untuk makan. Makan juga tidak untuk hidup, orang hidup harus makan, orang makan harus hidup. Makan dan hidup, hidup dan makan, untuk apa makan kalau tidak hidup, untuk apa hidup kalau tidak makan, makanlah makanan dan hidupkan hidup, dua menjadi satu, dalam satu ada dua, kalau masih pisah namanya dunia, untuk satunya hanya di nirwana.
·         Pikirkan dulu masa depanmu, baru melihat wanita, kalau sudah menikah berat tanggung jawabnya.

·         Tak ada tikus yang tidak berkumis. Tak ada keuntungan yang datang gratis, semuanya harus dibayar.

·         Kita harus berani bahwa memang kita kuat. Merendah hati memang bagus sebagai taktik sementara, tetapi jangan sampai menjadi rendah diri, itu akan menjadi penyakit.

1 komentar:

  1. Kata katanya mantap tenan. Bravo kang said berkunjung di fb ku. uselal@yahoo.co.id salam konco

    BalasHapus